Ketika sebuah perusahaan / Pabrikan mengeluarkan  produk atau perkakas baru, biasanya selalu disertai dengan manual book (buku petunjuk) yang membimbing cara penggunaan, memperbaiki kerusakan yang terjadi pada saat menggunakannya. Tujuannya supaya kita mendapatkan manfaat barang itu secara maksimal baik umur maupun kualitasnya.

Begitu juga ketika manusia diciptakan, maka Allah menyertakan buku petunjuknya alias manual booknya yakni berupa Alqu’ran. ” Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa(2:2), Tujuannya kurang lebih sama yakni supaya manusia mendapat kualitas iman dalam kehidupanya dan kualitas hidup dalam keimanannya.  Selama manusia mengarungi samudra kehidupanya itu selalu berpegang teguh pada Alqur’an…. Maka dipastikan bahwa kehidupannya akan selamat didunia da akhirat.

(lagi…)

1. Bangun Shubuh.

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah antara lain :
* Berlimpah pahala dari Allah.
* Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan misalnya untuk terapi penyakit TBC.
* Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
Dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun Shubuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh darah. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu Shubuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.

(lagi…)

Jakarta – Empat perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk jajaran Top 100 kampus terbaik di Asia berdasarkan pemeringkatan Webometrics yang menggunakan empat indikator pengukuran di internet, yaitu Visibility, Size, Rich Files, dan Scholar.

Visibility diukur dengan Yahoo external link. Size dengan jumlah halaman web yang terindeks di search engine. Rich File dengan jumlah file yang terindeks di Google, dan Scholar dengan jumlah paper di Google Scholar.

(lagi…)

Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang taqwa. Jadi di pandangan Allah orang-orang seperti inilah yang mulia. Allah lah yang tahu siapa diantara hambaNya yang taqwa. Allah lah yang memahami siapa yang taqwa itu. Jadi taqwa merupakan ukuran kemuliaan disisi Allah, bukan disisi manusia.

Orang yang bertaqwa akan senantiasa berdzikir kepada Allah dalam perjalanan hidupnya. Dzikir kepada Allah merupakan tanda senantiasa ingat kepada Allah. Dan ingat kepada Allah merupakan tanda bahwa dirinya dicintai Allah. Jadi disinilah terasakan bagaimana ketaqwaan ini akan dibimbing oleh Allah sehingga kehidupannya senantiasa penuh berkah.

(lagi…)

“time is money” atau waktu adalah uang. Istilah ini sangat popular khususnya di dunia barat. “Waktu adalah pedang”. Waktu ibarat pedang yang akan siap menebas siapa saja yang tidak dapat memanfaatkannya dalam kebaikan dan kemuliaan.

Apapun itu istilahnya, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga yang telah dianugerahkan ALLAH kepada kita. Waktu selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur sedetikpun. Waktu juga tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu bisa membawa seseorang pada kesuksesan, namun juga dapat menjerumuskan pada kegagalan.

(lagi…)

At Tauhid edisi III/03

Oleh: Boris Tanesia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah, mengerjakan salat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Mekkah dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima hal inilah yang kita kenal dengan sebutan rukun islam. Di antara kelima rukun islam tersebut, rukun yang paling penting adalah rukun yang pertama yaitu dua kalimat syahadat. Rukun inilah yang melandasi diterimanya keempat rukun islam serta amalan-amalan ibadah yang lain. Rukun inilah yang menjadi dasar apakah seseorang itu islam atau tidak. Namun, amat sangat disayangkan, pemahaman yang salah tentang kalimat syahadat La Ilaha Illallah beredar di sekitar kaum muslimin. Baik itu kesalahan dalam masalah keyakinan maupun amal perbuatan. Bahkan, kesalahan dalam memahami syahadat ini dapat berakibat terjatuhnya seseorang ke dalam kesyirikan. Untuk itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui manakah yang benar dan yang salah dari syahadat tersebut agar kita tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang dapat berakibat terjerumusnya kita ke dalam dosa syirik. Allah berfirman yang artinya, (lagi…)

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Makna : Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur sangatlah dalam. Dia Hidup Kekal. Sedangkan manusia hidupnya fana. Namun di dunia ketika manusia hidup diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah karena Allah adalah Yang Hidup. Komunikasi antar yang hidup adalah komunikasi dua arah. Komunikasi gayung bersambut.

(lagi…)

Tidak sepatutnya kita bermegah-megah karena tunduk kepada pesona dunia dan tidak menjadikannya sebagai medan perjuangan untuk menghimpun aset untuk kembali ke akhirat.

عـزالدنيا بالمال وعز الآخرة بصالح الاعمال

“Kemuliaan dunia itu diperoleh dengan harta sedangkan kemuliaan akhirat diperoleh dengan amal salih.” (Umar bin Khattab*)

Dua alam ciptaan Allah, alam dunia dan alam akhirat, mutlak berbeda dalam karakteristik dan esensi wujudnya. Walaupun begitu setiap manusia pasti memasuki dan bergumul di dalamnya.
Tak seorang pun dapat menghindar dari keberadaan di dalam alam dunia dan alam akhirat. Oleh karena kedua alam, baik secara realitas sejatinya ataupun karakteristiknya berbeda, setiap manusia diberikan potensi untuk dapat menyempurnakan eksistensi dirinya di dalam kedua alam tersebut sehingga dapat meraih puncak kesempurnaannya. Meskipun pada kenyataannya sebagian besar manusia justru mengalami kegagalan sebelum merealisasikan kesempurnaannya secara utuh..

(lagi…)

Dari Sufyan bin Uyainah r.a. ia berkata;
“Barangsiapa cinta kepada Allah, maka cinta kepada orang yang dicintai Allah, barangsiapa cinta terhadap orang dicintai Allah, maka cinta perbuatan yang dilakukan karena cinta Allah, barangsiapa cinta terhadap perbuatan yang dilakukan karena cinta Allah, maka cinta melakukan perbuatan itu tanpa diketahui orang lain.”

Al-Asqalani menukilkan bahwa mahabbah (cinta kepada Allah) itu ada dua macam :

1 Mahabbah Fardhu, yaitu mahabbah yang mendorong dilakukannya perintah-perintah Allah dan dijauhinya larangan-larangan-Nya.

2 Mahabbah Sunnah, yaitu mahabbah yang mendorong dibiasakannya melakukan ibadah sunnah dan dijauhinya hal-hal yang subhat.

Ash-Shiddiq mengatakan, barangsiapa telah merasakan mahabbah (lagi…)

Ada sebuah ungkapan yang dikenal di kalangan orang-orang kerohanian, bahwa di dalam diri manusia ada “ruang kosong�? yang harus kita isi dengan hal-hal yang baik. Jika kita tidak mengisinya dengan hal-hal yang baik, maka ruang kosong itu, otomatis akan diisi dengan hal-hal yang buruk. Ibarat sebuah roda, ruang kosong itu adalah yang menjadikannya sebagai roda. Metafor ini bisa dipakai untuk manusia: ruang kosong itulah yang menjadikan kita berarti secara spiritual sebagai manusia. Itulah: suara hati, atau hati nurani.

Apa yang berkaitan dan sering dibicarakan sebagai “suara hati” conscience) ini dalam Islam digambarkan dengan berbagai nama, qalb, fu`âd, lûbb, sirr, `aql, dan sebagainya, yang semuanya berhubungan dengan pengertian kesadaran, atau biasa disebut dalam wacana Islam sebagai “hati” (qalb, kalbu) saja, dari kata qalaba yang artinya “membalik” –berpotensi bolak-balik: di suatu saat merasa senang, dan di saat lain merasa susah, di suatu saat menerima, di saat lain meolak. Sehingga hati seringkali tidak konsisten, sehingga dibutuhkanlah cahaya Ilahi (maka disebut “hati-nurani” –yang maknanya hati yang bercahaya). Hati bisa “bolak-balik” sebab, kadangkala ia menerima bisikan malaikat (lammah malakîyah), kadangkala bisikan setan (lammah syaithânîyah), kadangkala bisikan nafsunya sendiri.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.